Yang kayak gini mau jadi presiden…
Ah yeahh… yak kayak gini mau jadi presiden… Jadi kasian sama Prabowo, begitu berapi-api tapi disandingkan dengan orang kayak gini. Sabar ya oom… hidup memang terkadang tidak adil.
VIVAnews - Calon Presiden Megawati Soekarnoputri tenyata lebih memilih makan siang ketimbang menjelaskan apa itu ekonomi kerakyatan. Alasannya, menjelaskan ekonomi ini panjang sehingga waktu yang dibutuhkan akan bisa melebihi waktu makan siang.
Tentu saja jawaban yang tak terduga ini menggelitik para peserta dialog dari kalangan rakyat Tionghoa yang memenuhi Ballroom, Sun City, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Minggu, 28 Juni 2009.
Bagaimana tidak, Megawati yang santer mengusung slogan ekonomi kerakyatan, ternyata ‘menunda’ menjelaskannya. Pertanyaan di detik-detik terakhir ini memang menunjukkan waktu sudah mencapai pukul 11.45 WIB.
Pertanyaan berasal dari salah satu peserta yang mengaku tidak paham, apa itu ekonomi kerakyatan. Tapi Megawati mengatakan kalau ekonomi kerakyatan itu sama dengan apa yang dilakukan di Republik Rakyat Tiongkok.
“Ajaran ini sama dengan apa yang diterapkan di RRC, dan itu ajaran Bung Karno. Jadi, kalau saya ceritakan itu panjang lebar, lalu kapan saya makan siangnya,” kata Megawati.
Ia pun setelah menutup jawaban itu, tidak melanjutkan jawabannya. Meski sudah ditanya pembawa acara, Megawati hanya melanjutkan menjawab, “Ya itu,” jawab Mega.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews








