Mereka Cuma Follower

Dulu saya sempet nulis dikit-dikit efek “kemapanan” dari pegawai tetap yang mapan pada perusahaan besar yang mapan. Hasilnya adalah, makin enak, makin nyaman pegawai, hasilnya jadi nggak kreatif. Stagnan. Buntu ide. Cuma jadi pengikut, nggak bisa jadi pencipta trend. Nah, kemarin saya juga ngeliat itu di operator paling awal di Indonesia.

Kemarin, saya baca email di kantor, isinya.. Telkom flexi meluncurkan bundle Flexi Chatting… ini kutipannya

Telkom Flexi Luncurkan Terminal Bundling FlexiChatting

Jakarta, 1 Pebruari 2010 –  Instant messaging dan social networking menjadi fitur andalan yang ditawarkan PT. Telekomunikasi IndonsiaTbk (Telkom) lewat terminal bundling Flexi Chatting yang diluncurkan pada bulan Pebruari 2010 ini. Selain Facebook dan Twitter, ponsel tersebut juga memiliki fitur pesan instan Flexi Messenger yang bisa berinterkoneksi dengan Yahoo Messenger dan Google Talk.

FlexiChatting adalah salah satu produk On Device Portal (ODP) Flexi berupa aplikasi jejaring sosial dalam bentuk Instant Messaging (IM) yang ditanam langsung dalam terminal Bundling Flexi. “Aplikasi FlexiChatting ini memungkinkan pelanggan Flexi untuk mengirimkan Instant Messaging (IM) ke sesama pengguna Flexi dengan identitas unik berupa nomor Flexi masing-masing pelanggan,” jelas Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia.

Jujur, saya langsung ketawa. Ternyata apa yang dibanggakan Telkom cuma sebatas Operator Pertama yang muncul di Indonesia. Selebihnya, cuma pengikut. Nggak lebih… (pegawainya udah pada tua kali ya, jadi idenya dah mentok). Kayaknya Telkom kebakaran jenggot pas Esia ngeluarin Esia Online. Langsung deh, mereka buru-buru buat aplikasi yang mirip biar nggak ketinggalan trend. ah… kasihan… ternyata cuma bisa jadi follower.

Saya dan Si Kecil

Minggu ini, usia kandungan istri saya sudah 10 minggu… iya, 10 minggu mahluk kecil itu ada di rahim perempuan manis yang ada lesung pipitnya (beruntung kamu nak… hehehehe). Kalau anaknya aja beruntung, apalagi ayahnya… punya istri cihuy kayak gitu.. wakakakak…

Awal kehamilan.. katanya orang-orang sih paling berat ngadepinnya. Ho oh… bagian mual-mualnya terutama, itu yang bikin saya nggak tega. Tiap sore istri saya muntah. Makanan keluar semua, kadang-kadang muntah, tapi nggak ada isinya. Saya cuma bisa pijet-pijet lehernya, barangkali mualnya bisa berkurang. Tapi yang ada malah dimarahin, yah.. musti diapain lagi dong? Jadi serba salah.

Efek kehamilan yang lain itu ganti baju. Gak tau kenapa (emang bawaan orang hamil kayaknya), istri saya minta saya ganti baju mulu. Pernah sehari sampe 5x. Jah.. banyak bener. Dia sampe nyubit-nyubit saya kalo nggak ganti baju. uhhh…

Saya juga rutin nganter istri kedokter. Selama 1 bulan ini, dokter minta periksa 2 minggu sekali. Masih diobservasi katanya. Moga-moga si kecil saya nggak kenapa-kenapa.

Di rumah, saya ada tempat khusus yang isinya foto-foto USG si kecil… Ajaib. Ngeliat perkembangan dia dari ukuran yang super duper kecil, sampai minggu kemarin saya liat dia berdenyut… amazing..

Love U Bunda… Love U Kakak…

ps: terkadang saya ketawa sendiri kalo inget dulu saya kayak apa. Nangis guling-gulingan ditinggal orang yang dulu. Ah… bodohnya… hahahaha…

Orang Indonesia yang Berjaya di Luar Sana

plugcomputer-3-marvell-1Pagi ini (seperti pagi-pagi sebelumnya) saya selalu membuka engadget . Situs yang sudah menjadi ritual pagi saya selama setahun ini. Menyenangkan. Sambil ditemani nasi uduk dan teh manis hangat…

Apa yang menarik? Hmmm.. biasa saja. Lagi hangat-hangatnya CES 2010. Review gadget yang masih prototype & yang akan keluar taun ini. Salah satunya itu Marvell plugin computer 3.0. Komputer seukuran adaptor. Compact.. benar-benar compact. Saya sendiri nggak kepikiran ada komputer se-compact itu. Tapi itu sih biasa, yang luar biasa adalah.. dibalik Marvell, ada orang Indonesia didalamnya. Orang Indonesia, dengan nama yang begitu Indonesia. Engineer? hmmm.. lebih dari engineer. Pendiri lebih tepatnya. Ya.. Founder dari Marvell adalah orang Indonesia. Truly Indonesian.

marvell 1

Sehat2Dia adalah Sehat Sutardja. Bersama saudaranya, Pantas Sutardja mendirikan Marvell pada tahun 1995, dan 12 tahun setelahnya, Marvell mendapatkan revenue 2,4 Milyar dollar yang merupakan salah satu dari 400 perusahaan terbesar di Amerika versi majalah Forbes.

Dan Marvell juga berencana untuk mengeluarkan processor yang nantinya akan ditasbihkan sebagai penumbang snapdragon keluaran qualcomm. Kita tunggu saja…

Anda dapat membaca lebih detail tentang bapak yang satu ini di blog selembar kertas.

Dua Strip

DSC00338Dua Strip… Ya, dua strip…

Kalau dilihat di pack-nya, dua strip itu artinya hamil…

Yippyyyyyyyyy….!! I’m gonna be a father soon. Seneng banget pastinya, tapi saya mau menahan kegembiraan sampai ada fatwa hamil dari dokter. uhhh.. yeah… I’m gonna be a father…

Senang…. tapi deg-degan juga pastinya. Moga-moga diberi kemudahan. Diberi kesehatan yang banyak buat bunda sama calon bayinya.

Masih gak percaya… hahahahaha…

Damn! I’m gonna be a father!

Memang udah 2 mingguan ini istri saya jadi agak menurun kesehatannya. Sering ngantuk, capeeek banget, sering pipis, badan anget sama mual-mual. Gak tega juga kalo ngeliat dia muntah. Sering saya pijit + kasih minyak kayu putih kalo malem. Saya makin sayang dia… xixixi…

Believe it or not…  selama 2 minggu itu pula, saya lebih sering ganti baju. Istri saya komplen kalo badan saya bau.. lah.. padahal kan kemaren-kemaren baunya juga sama… huhuhu…

ah.. I’m gonna be a father soon. Gak sabar pengen ke dokter. :)

Esia Online! press release…

untitledJakarta, 16 Desember 2009 –  Di penghujung tahun 2009 ini, gelombang inovasi Bakrie Telecom terus muncul memberikan berbagai alternatif layanan maupun produk berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Lewat produk andalannya, Esia, Bakrie Telecom menghadirkan Hape Esia Online, hape terbaru Esia seri C6100 yang menjawabkan sepenuhnya demam mobile web 2.0 di kalangan masyarakat dinamis, khususnya anak muda.

Aplikasinya penuh dengan layanan aplikasi ternama yang banyak diminati pengguna jejaring sosial seperti Email, Facebook, Yahoo messenger, Windows live messenger, Google Talk dan Opera Mini Microbrowser.

Read More »

Indonesia Sarang Penyamun

Makin kesini, saya makin benci negara ini. Benci para penyamun yang dengan bebas bisa berkata, “Makan dimana kita, nanti siang?”, yang menghabiskan uang atas nama rakyat. Benci sang Bos besar yang (dengan sangat menyesal) saya pilih saat pemilihan akbar kemarin, yang ternyata… yah… tau sendirilah.. seperti harimau yang dicabut taring dan cakarnya. Cuma sebagai maskot. Tidak lebih.

Saat membaca kompas pagi ini, kebencian saya makin menumpuk. Seperti bisul yang mungkin satu jam lagi akan pecah dan bernanah. Membaca elegi seorang nenek yang dipenjara karena mencuri TIGA buah kakao. Sedangkan pencuri harta sebenarnya yang jauh lebih besar dapat dibiarkan bebas.

Sekali lagi… saya benci negara ini…

minah

Elegi Minah dan Tiga Buah Kakao di Meja Hijau…

Jumat, 20 November 2009 | 02:52 WIB

Madina Nusrat

Minah (55) hanya dapat meremas kedua belah tangannya untuk menepis kegalauan agar tetap tegar saat menyampaikan pembelaan atau pleidoi di hadapan majelis hakim di Pengadilan Negeri Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/11).

Tanpa didampingi pengacara, ia menceritakan bahwa alasannya memetik tiga buah kakao di kebun PT Rumpun Sari Antan 4, pertengahan Agustus lalu, adalah untuk dijadikan bibit.

Nenek tujuh cucu yang buta huruf ini sesekali melemparkan pandangan kepada beberapa orang yang dikenal guna memperoleh kekuatan. Ia berusaha memastikan bahwa pembelaannya dapat meyakinkan majelis hakim.

Dengan menggunakan bahasa Jawa ngapak (dialek Banyumasan) bercampur bahasa Indonesia, Minah menuturkan, tiga buah kakao itu untuk menambah bibit tanaman kakao di kebunnya di Dusun Sidoharjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. ”Kalau dipenjara, inyong (saya) enggak mau Pak Hakim. Namung (cuma) tiga buah kakao,” ujar Minah kepada majelis hakim.

Minah mengaku sudah menanam 200 bibit pohon kakao di kebunnya, tetapi ia merasa jumlah itu masih kurang. Namun, belum sempat buah tersebut dibawa pulang, seorang mandor perkebunan, Sutarno, menegurnya. Minah lantas meminta maaf dan meminta Sutarno untuk membawa ketiga buah kakao tersebut.

Alih-alih permintaan maafnya diterima, manajemen PT RSA 4 malah melaporkan Minah ke Kepolisian Sektor Ajibarang, akhir Agustus lalu. Laporan itu berlanjut pada pemeriksaan kepolisian dan berakhir di meja hijau.

Minah sudah berusaha melepaskan diri dari jerat hukum. Tapi usahanya sia-sia. Hukum yang mestinya mengayomi masyarakat dengan menegakkan keadilan, bagi nenek Minah, ternyata tak punya nurani. Hukum kita rupanya tak memberi ampun bagi orang kecil seperti Minah. Tetapi, koruptor pencuri miliaran rupiah uang rakyat melenggang bebas dari sanksi hukum.

Di Jawa Tengah, misalnya, empat bekas anggota DPRD dan aparat Pemerintah Kota Semarang yang menjadi terpidana kasus korupsi dana APBD Kota Semarang tahun 2004 sebesar Rp 2,16 miliar divonis bebas. Mereka bebas dari sanksi hukum setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan peninjauan kembali mereka. MA menyatakan keempat terpidana itu tidak melakukan tindak pidana.

Muramnya penuntasan masalah hukum di Jateng masih ditambah lagi dengan putusan hakim yang hanya memberikan hukuman percobaan kepada pelaku tindak pidana korupsi. Salah satunya dijatuhkan kepada Ketua DPRD Jateng periode 1999-2004, Mardijo. Terdakwa korupsi dobel anggaran APBD Jateng sebesar Rp 14,8 miliar ini hanya diberi hukuman percobaan selama dua tahun.

Minah memang tak mengerti masalah hukum seperti para terpidana dan terdakwa kasus korupsi itu. Namun, dengan berkata jujur, ia memiliki keyakinan bahwa ia mampu menghadapi rimba hukum formal yang tidak dimengertinya sama sekali.

Terhitung tanggal 13 Oktober sampai 1 November, Minah menjadi tahanan rumah, yakni sejak kasusnya dilimpahkan dari kepolisian kepada Kejaksaan Negeri Purwokerto. Sejak itu hingga sekarang, ia harus lima kali pergi pulang memenuhi panggilan pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Purwokerto, dan persidangan di Pengadilan Negeri Purwokerto.

Rumah Minah di dusun, di pelosok bukit. Letaknya sekitar 15 kilometer dari jalan utama Ajibarang-Wangon. Perjalanan ke Purwokerto masih menempuh jarak sejauh 25 kilometer lagi. Jarak sepanjang itulah yang harus ditempuh Minah setiap kali memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Purwokerto dan Pengadilan Negeri Purwokerto.

Satu kali perjalanan ke Purwokerto, Minah mengaku, bisa menghabiskan Rp 50.000 untuk naik ojek dan angkutan umum. Ditambah lagi untuk makan selama di perjalanan. ”Kadang disangoni anak kula (kadang dibiayai anak saya),” katanya.

Sebelum menyampaikan putusan, majelis hakim juga pernah bertanya kepada Minah, siapa lagi yang memberikannya ongkos ke Purwokerto. ”Saya juga pernah dikasih Rp 50.000 sama ibu jaksa, untuk ongkos pulang,” kata Minah sambil menoleh kepada jaksa penuntut umum Noor Haniah.

Noor Haniah yang mendengar jawaban itu hanya dapat memandang lurus ke Minah.

Elegi Minah tentang tiga kakao yang diambilnya melarutkan perasaan majelis hakim. Saat membacakan pertimbangan putusan hukum, Ketua Majelis Hakim Muslich Bambang Luqmono sempat bersuara tersendat karena menahan tangis.

Muslich mengaku tersentuh karena teringat akan orangtuanya yang juga petani.

Majelis hakim memutuskan, Minah dihukum percobaan penjara 1 bulan 15 hari. Jadi, Minah tak perlu menjalani hukuman itu, dengan catatan tidak melakukan tindak pidana lain selama masa percobaan tiga bulan.

Persidangan ditutup dengan tepuk tangan para warga yang mengikuti persidangan tersebut.

Kasus Minah bisa menjadi contoh bahwa penuntasan masalah hukum di negeri ini masih saja berlangsung tanpa mendengarkan hati nurani, yaitu rasa keadilan….

di copy-paste dari Kompas Cetak (http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/20/02520329/elegi.minah.dan.tiga.buah.kakao.di.meja.hijau…)

Saat Yang Tepat

nidjiNidji – Saat Yang Tepat
(Album Let’s Play 2009)

dalam sepi ku temukan hidup
tuk lewati hari yang mati
dan kau datang di saat yang tepat
membisikan rindu yang hilang

dalam sepi ku temukan kamu
tuk lewati hari yang mati
dan kau datang disaat yang tepat
memberikan cinta yang hilang

kau datang luluhkan hati
dan kau bawah ku terbang tinggi
cintailah aku disaat yang tepat
dan berikan aku dunia yang berwarna

PS: Gue banget ni lagu… hahaha… have a great day everyone!

Sebulan Sudah…

Jarum jam terus berputar dari detik ke detik. Begitu juga dengan langkah kilometer hidup saya. Terus berkejaran. Bertambah sejengkal demi sejengkal tiap saatnya. Dan hari ini, genap sebulan saya menjalani hidup sebagai laki-laki beristri. Suami dari Titi Sari Retnowati.

Menyenangkan. Sebulan sudah saya menikmati seduhan teh manis, bekal nasi dan telur dadar, serta kecupan manis dan lambaian sederhana yang membuat saya ingin selalu pulang ke rumah.

Semalam, dia mengecup pipi saya dan berkata, “Love you beib… gak terasa udah sebulan bareng kamu.” Dalam remang-remang dan sejuknya Jakarta selepas hujan.

Saya kangen kamu… tunggu nanti sore ya, sayang…

Chandra, Bibit & Ketidakpercayaan

Dari dulu, saya percaya kalau kebenaran akan menemukan jalan untuk menang. Kalaupun terhambat di dunia ini, di akhirat pasti tidak ada yang menghalangi. Segala bentuk kepemimpinan akan dimintai pertanggungjawaban.

Ya…

Semua bentuk kepemimpinan akan dimintai pertanggungjawaban.

Saya tidak benci sama bapak-bapak disana yang ngoceh panjang lebar menutupi bangkai dengan kata-kata manis dan berbunga. Saya sama sekali tidak benci. Saya justru kasihan, karena kebohongan mereka akan dibalas dengan sangat pedih nanti. Ketika waktu melucuti nyawa dari jasmani mereka.

Ya, saya juga kecewa. Saya kecewa pada bapak yang kemarin saya pilih menjadi presiden. Saya menaruh harapan besar padanya. Bapak yang saya pikir cerdas dan tegas. Ternyata, cuma segitu kemampuannya. Ternyata penakut juga… ingat Pak. Segala bentuk kepemimpinan akan dipertanggungjawabkan nanti…

bebaskan

Toblerone Penuh Cinta

Tanggal ulang tahun saya hanya selisih 3 hari dengan istri tercinta. Saya 13 Februari, dan dia 10 Februari. Artinya, kami berdua sama-sama berbintang Aquarius dan orang Aquarius memang senang memberi kejutan-kejutan kecil. Sederhana, tapi manis.

Dan kemarin sore, saya menemukan kejutan kecil di lemari baju saya. Coklat Toblerone almond berpita dengan pesan post-it kecil di bawahnya. Kata “love you” dan tanda-tangan manis darinya. Sederhana. Cuma coklat kecil yang biasa kita beli di indomaret. Tapi kata-kata dan cinta didalamnya membuat coklat kecil itu terasa hangat dan berharga.

Makasih ya bunda…